Tampilkan postingan dengan label Profil Alumni Etnomusikologi ISI Yogyakarta 07. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil Alumni Etnomusikologi ISI Yogyakarta 07. Tampilkan semua postingan

Selasa, September 11, 2007

Intisari Karya Tulis Faisal A.R. Mokodompis


Saronde Dalam Upacara Pernikahan Adat Gorontalo

Saronde merupakan satu bentuk kesenian dalam upacara perkawinan adat yang dibawa oleh masyarakat Gorontalo menuju kota Makasar. Perpindahan masyarakat Gorontalo tersebut diikuti dengan dibawa sertanya kebudayaan, adat-istiadat, serta kebiasaan-kebiasaan dari masyarakat Gorontalo, termasuk juga segala macam bentuk kesenian dan upacara. Dalam artian telah terjadi proses difusi. Masyarakat Gorontalo di Makassar masih menggunakan Saronde dalam upacara perkawinan adat. Kurangnya sumber-sumber yang membahas tentang kesenian ini menjadi tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan Saronde masih dipergunakan serta bentuk penyajan Saronde di Makassar.
Setiap masyarakat tradisional memiliki cara dan gaya masing masing dalam melaksanakan suatu upacara. Upacara dalam masyarakat tradisi merupakan sesuatu yang dianggap penting karena berhubungan dengan apa yang menjadi warisan nenek moyang yang harus dipertahankan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kesenian Saronde ini masih dipergunakan dalam upacara perkawinan adat Gorontalo di Makassar yaitu sebagai identitas budaya masyarakat Gorontalo di Makassar, karena adanya permintaan dari pihak keluarga, adanya faktor kerinduan untuk melaksanakan kembali adat istiadat yang menjadi tradisi, dan yang terakhir karena adanya respon positif dari masyarakat setempat.
Saronde terdiri dari musik dan tari pada bentuk penyajiannya. Musik mengiringi tarian Saronde dengan iringan tabuhan rebana dan nyanyian vokal. Pengantin diharuskan untuk menari dalam Saronde, begitu juga dengan orang yang diminta untuk menari ketika dikalungkan selendang oleh pengantin dan para penari. Iringan rebana yang sederhana merupakan bentuk musik yang universal dalam masyarakat yang kental dengan nuansa religius. Diawali dengan nyanyian dan tabuhan rebana dengan tempo yang pelan dan lama kelamaan semakin cepat.



Kata Kunci : Upacara perkawinan adat Gorontalo, Saronde

Intisari Karya Tulis Bogi S.Sn

“THEK-THEK” IRINGAN KIRAB MODERN BERWAJAH TRADISI
DALAM ACARA GELAR BUDAYA ADAT NELAYAN
SEDEKAH LAUT DI CILACAP


Acara Gelar Budaya Adat Nelayan Sedekah Laut merupakan acara ritual masyarakat nelayan yang ada di Kabupaten Cilacap. Acara ini merupakan acara syukuran atas rezeki yang mereka dapat selama setahun. Selama tiga tahun ini, banyak kesenian yang ikut memeriahkan antara lain Thek-thek, Barongsai, Calung, Ebeg, dan Tarling, serta seni Egrang. Keberadaan thek-thek begitu mencolok pada tiga tahun terakhir ini. Hal ini menimbulkan pemikiran ada apa dibalik kemunculan Thek-thek pada acara ini dan menjadi pokok masalah pada penulisan skripsi ini. mengapa kesenian Thek-thek ada dalam acara Gelar Budaya Adat Nelayan Sedekah Laut dan bagai mana bentuk kesenian ini.
Berdasarkan pengamatan dan wawancara dengan banyak orang pada saat dan setelah acara ini berlangsung, ternyata Thek-thek merupakan kesenian baru yang telah memperoleh gelar Marchingband Pring, dengan alat musik yang sebagian besar berbahan dasar bambu (jawa: Pring) dengan format pertunjukan Marchingband.
Keberadaan Thek-thek dalam upacara ini memiliki dua faktor pendorong. Yaitu faktor internal yang meliputi penampilan yang terkesan ringkas, pembawaan dasar yang mengikuti perkembangan jaman, aransemen lagu yang mengikuti selera penonton, biaya yang murah, dan inovatif. Faktor yang kedua yaitu faktor eksternal. Faktor pendorong dari luar antar lain dari masyarakat sekitar, masyarakat nelayan dan pemerintah.
Bentuk kesenian Thek-thek merupakan bentuk kesenian baru yang menampilkan dua unsur nilai modern dan tradisi. Seperti yang coba digambarkan dengan pemberian judul pada sekripsi ini “THEK-THEK” IRINGAN KIRAB MODERN BERWAJAH TRADISI DALAM ACARA GELAR BUDAYA ADAT NELAYAN SEDEKAH LAUT DI CILACAP”.

Kata kunci: Thek-thek, iringan kirab, Gelar Budaya Adat Nelayan Sedekah Laut.